Pemerintah Pusat Uji Coba Kartu Pengganti Beras Sejahtera
22 Februari 2017 09:31:36 WIB
Warga kurang mampu kini tak akan lagi menerima beras sejahtera (Rastra). Sebagai gantinya, mereka menerima uang nontunai per bulan dalam bentuk kartu. Saldo yang tertera dalam kartu tersebut nantinya akan ditukarkan dengan komoditas beras dan bahan pokok lainnya dengan kualitas yang lebih baik.
"Itu akan dilakukan nanti pada 23 Februari ini di 44 kota," kata Presiden usai melepas bantuan pangan bagi Sri Lanka di Kawasan Pergudangan Sunter, Bulog Divre DKI Jakarta, Selasa 14 Februari 2017.
Pendistribusian bantuan beras melalui kartu tersebut tentunya memiliki sejumlah keuntungan. Warga diharapkan tidak akan lagi menerima beras dengan kualitas rendah karena mereka dapat bebas memilih beras dengan kualitas yang diinginkan dengan membelinya di pasar, warung, maupun toko.
Untuk mendukung program tersebut, Perum Bulog telah mempersiapkan beras berkualitas dengan harga yang tetap bersaing.
"Saya lihat persiapannya, misalnya beras nanti akan disiapkan seperti ini. Ini dijual per kilo jatuhnya Rp8.500 sudah dalam bentuk kemasan seperti ini dan namanya juga 'Beras Kita'," ungkap Presiden.
Presiden sendiri memastikan bahwa pola distribusi bantuan beras tersebut akan dicoba terlebih dahulu di 44 kota di Indonesia. Dari uji coba tersebut, akan dievaluasi untuk mengetahui apakah terdapat kendala selama proses distribusi di lapangan.
"Kemasannya bagus, kualitasnya bagus. Saya kira pola seperti ini yang akan kita coba dulu di 44 kota. Kalau ini lancar, baru kota dan kabupaten yang lain (menyusul)," Presiden mengakhiri.
Sebelumnya, pada 16 Maret dan 19 Juli tahun lalu, Presiden Joko Widodo telah membahas tentang rencana pemerintah untuk mendistribusikan bantuan pangan melalui kartu yang akan disampaikan langsung kepada rumah tangga yang menjadi sasaran. Kartu ini dapat digunakan untuk menebus beras, dan/atau telur, atau bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko pada harga yang berlaku.
"Harapan saya adalah dengan reformasi ini, rakyat yang belum sejahtera, yang belum mampu akan memiliki lebih banyak pilihan. Mereka bisa membeli sembako di pasar atau toko dengan kualitas yang lebih baik dan juga bisa memperoleh nutrisi yang lebih seimbang. Tidak hanya karbohidrat, namun juga protein, misalnya telur," ujar Presiden kala itu.
Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti.
Sumber: Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden
Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini
Formulir Penulisan Komentar
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
-
Toto
Apakah jasmani rohani dan bebas napza tidak bisa d...baca selengkapnya
06 Agustus 2025 11:21:08 WIB -
suyono
mantapppp...baca selengkapnya
10 November 2021 15:06:51 WIB -
Koko
Nyuwun link ipun kersane saget bahasa kromo alus u...baca selengkapnya
15 September 2021 14:50:44 WIB -
saptadi noviyanto
Alhamdulillah berjalan dengan lancar berkat dukung...baca selengkapnya
01 September 2021 14:48:49 WIB -
Kawitri
Terimakasih Support dan Arahannya ibu ketua TP PKK...baca selengkapnya
27 Agustus 2021 19:15:07 WIB -
Tisan
Maturnuwun dukungan dan bimbingan dari Kalurahan W...baca selengkapnya
11 Agustus 2021 11:43:31 WIB -
yosef
Terimakaksih sudah banyak berbagi informasi. Jadi ...baca selengkapnya
05 Agustus 2021 20:47:36 WIB -
Muhammad Irwan Susanto
Perlu dilestarikan...baca selengkapnya
28 Juli 2021 10:07:27 WIB -
Sumawan
Sya dari kecamatan semanu...baca selengkapnya
18 Juni 2021 07:52:07 WIB -
Purno Apri Hastuti
Setelah sungai ditalut, sangat perlu diupayakan pe...baca selengkapnya
25 November 2019 20:52:06 WIB
Facebook Fanspage
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Total Visitor | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |









