Kalurahan Wonosari Resmi Menjadi Kalurahan Mandiri Budaya Tahun 2026

Redaksi Wonosari 14 Juli 2026 17:24:10 WIB

Yogyakarta – Kalurahan Wonosari resmi ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya (KMB) Tahun 2026 setelah berhasil mengikuti Seleksi Terbuka Terbatas Calon Desa/Kalurahan Mandiri Budaya Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Penetapan tersebut diumumkan oleh Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, S.T., M.T., dalam Rapat Kerja Penyelenggaraan Kebijakan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya Tahun 2026 yang mengusung tema “Sinergi Local Wisdom dan Green Economy untuk Mewujudkan Kalurahan Berdaya Saing Global Berbasis Nilai Budaya”, bertempat di Hotel Royal Darmo, Yogyakarta, Selasa (14/12/2026).

Pada kesempatan tersebut, Carik Kalurahan Wonosari, Ubaidilah Aminuddin Thoyieb, S.Kom., M.Cs., yang hadir mewakili Pemerintah Kalurahan Wonosari, menerima secara resmi Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 204 Tahun 2026 tentang Penetapan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya Tahun 2026 dari Sekretaris Daerah DIY.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah DIY menegaskan bahwa pembangunan kalurahan ke depan tidak hanya berorientasi pada pelestarian budaya, tetapi juga harus mampu menjadikan nilai budaya sebagai fondasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memiliki daya saing hingga tingkat global.

Rangkaian rapat kerja menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas implementasi tema tersebut dari berbagai perspektif. Dr. Muhammad Prasetya Kurniawan, S.T.P., M.Sc. dari Fakultas Teknologi Pertanian UGM memaparkan pentingnya penerapan inovasi teknologi dan pengembangan industri berbasis potensi lokal untuk mendukung ekonomi hijau (green economy). Selanjutnya, Dr. Anggi Rahajeng, S.E., M.Ec. dari Sekolah Vokasi UGM menjelaskan strategi penguatan ekonomi kewilayahan melalui pemberdayaan masyarakat dan peningkatan daya saing ekonomi berbasis kearifan lokal. Sementara itu, Ir. Ciptaningtyas, Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, berbagi praktik baik mengenai pengelolaan desa wisata yang berhasil mengintegrasikan pelestarian budaya, pemberdayaan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan sebagai modal utama pembangunan desa.

Bagi Kalurahan Wonosari, materi yang disampaikan para narasumber menjadi bekal penting dalam mengimplementasikan status baru sebagai Kalurahan Mandiri Budaya. Penetapan ini bukan sekadar sebuah penghargaan, tetapi juga amanah untuk terus mengembangkan tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Usai menerima keputusan gubernur, Carik Kalurahan Wonosari menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut.

Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Lurah Wonosari atas paring pangestu, kepada seluruh tim, para pelaku budaya, lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta semua pihak yang telah bekerja keras sehingga Kalurahan Wonosari berhasil meraih predikat Kalurahan Mandiri Budaya Tahun 2026. Penghargaan ini kami persembahkan untuk seluruh warga Kalurahan Wonosari,” ujar Ubaidilah kepada redaksi seusai acara.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses seleksi yang berlangsung panjang sejak awal tahun 2026. Tahapan yang harus dilalui meliputi pemenuhan persyaratan administrasi, penyusunan dokumen pendukung, self assessment (penilaian mandiri), paparan dan diskusi bersama Tim Penilai, hingga visitasi dan verifikasi lapangan oleh tim dari Pemerintah Daerah DIY.

Pada tahap awal, seleksi diikuti oleh belasan desa dan kalurahan yang telah berstatus Kalurahan Budaya Berkembang. Setelah melalui proses evaluasi bertahap, tersaring sepuluh kandidat terbaik untuk mengikuti penilaian akhir. Berdasarkan hasil pemeringkatan, Kalurahan Wonosari akhirnya ditetapkan sebagai Kalurahan Mandiri Budaya Tahun 2026 bersama empat kalurahan lainnya, yaitu Kalurahan Petir (Kabupaten Gunungkidul), Kalurahan Sriharjo (Kabupaten Bantul), Kalurahan Guwosari (Kabupaten Bantul), dan Kalurahan Banyurejo (Kabupaten Sleman).

Dengan penetapan ini, Kalurahan Wonosari diharapkan mampu menjadikan budaya sebagai sumber inspirasi pembangunan, sekaligus mengintegrasikan inovasi, keberlanjutan lingkungan, penguatan ekonomi lokal, dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan kalurahan yang mandiri, lestari, dan berdaya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya Yogyakarta.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • Toto
    Apakah jasmani rohani dan bebas napza tidak bisa d...baca selengkapnya
    06 Agustus 2025 11:21:08 WIB
  • suyono
    mantapppp...baca selengkapnya
    10 November 2021 15:06:51 WIB
  • Koko
    Nyuwun link ipun kersane saget bahasa kromo alus u...baca selengkapnya
    15 September 2021 14:50:44 WIB
  • saptadi noviyanto
    Alhamdulillah berjalan dengan lancar berkat dukung...baca selengkapnya
    01 September 2021 14:48:49 WIB
  • Kawitri
    Terimakasih Support dan Arahannya ibu ketua TP PKK...baca selengkapnya
    27 Agustus 2021 19:15:07 WIB
  • Tisan
    Maturnuwun dukungan dan bimbingan dari Kalurahan W...baca selengkapnya
    11 Agustus 2021 11:43:31 WIB
  • yosef
    Terimakaksih sudah banyak berbagi informasi. Jadi ...baca selengkapnya
    05 Agustus 2021 20:47:36 WIB
  • Muhammad Irwan Susanto
    Perlu dilestarikan...baca selengkapnya
    28 Juli 2021 10:07:27 WIB
  • Sumawan
    Sya dari kecamatan semanu...baca selengkapnya
    18 Juni 2021 07:52:07 WIB
  • Purno Apri Hastuti
    Setelah sungai ditalut, sangat perlu diupayakan pe...baca selengkapnya
    25 November 2019 20:52:06 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial